Best Food
nice food
healty Food
Showing posts with label Lingkungan Hidup. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan Hidup. Show all posts

Sunday, April 17, 2011

Teror Ulat Bulu Di Probolinggo

Ribuan ulat bulu menyerbu seluruh permukaan bumi kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang sangat terkenal dengan pertanian buah mangga. Ulat bulu tidak saja menyerang pohon-pohon mangga, melainkan juga menyerang pohon-pohon jenis lain. Mereka berjalan dan menempel di semua permukaan dinding rumah, seluruh permukaan batang, dan ranting-ranting pohon. Menjijikan dan terror bagi warga Probolinggo. Lebih dua minggu ribuan ulat bulu ini sangat mengganggu kegiatan rutin orang di kabupaten ini. Serangan hama ulat ini menyerang dengan rakus daun-daun pohon sehingga banyak pohon tampak habis gundul tanpa daun. Pada tahun 1980 serbuan ulat bulu pernah terjadi di Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta menyerang tanaman pohon jambu hanya dalam waktu satu malam. Serbuan ulat bulu adalah peristiwa yang terjadi karena fenomena alam, jadi harus ditangani secara rasional juga.

Serbuan ulat bulu menyerang Probolinggo telah berlangsung lebih dua minggu sejak awal Maret ini. Banyak upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo sampai ketingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, paling sedikit mengisolasi sampai di kabupaten ini saja, sebaliknya ulat bulu sudah sampai ke wilayah Jember, bahkan beberapa ratus sudah mencapai Krawang. Mungkin karena iklim Jakarta dan sekitarnya tidak mendukung perkembangan migrasi ulat bulu ini, maka tidak terdengar kabar ulat bulu menyebar luas ke wilayah Jakarta.

Bagaimana hama ulat bulu ini terjadi tidak terlepas dari dosa kolektif manusia yang sering mengganggu system kehidupan di planet bumi ini, khususnya di pulau Jawa. Penyebab yang paling dominan kemungkinannya sebuan hama ini adalah tidak adanya predator [pemangsa] alam. Alam telah menyediakan predator untuk menciptakan sistem keseimbangan kehidupan sehingga kehidupan tetap berlasung secara harmonis. Misalnya, jika populasi rusa sedang mengalami kelebihan, singa atau binatang buas pemakan daging lain akan menjadi predator bagi binatang pemakan tumbuhan seperti rusa. Di Afrika di sekitar Sungai Nil hulu, setiap perioda 6 bulan sekelompok rusa melakukan migrasi yang harus dilakukan oleh mereka dengan cara menyeberangi Sungai Nil yang banyak buaya, maka paling sedikit lima ekor dari mereka pasti dimangsa oleh buaya. Dengan sendirinya populasi rusa telah berkurang secara alam juga. Tuhan Mahapencipta semesta alam telah menyediakan predator alam. Well, predator mana yang merespon terhadap populasi ulat bulu di Probolinggo?

Predator yang merespon ulat bulu atau pada umumnya ulat adalah burung yang lingkungan hidup mereka adalah di hutan. Burung-burung itu, mereka kini sudah sulit mendapatkan kehidupan, yaitu di hutan, karena sudah banyak hutan di Pulau Jawa berkurang sehingga mereka terpaksa bermigrasi untuk mendapatkan kehidupan di tempat lain. Ketika ulat bulu berkembang biak, mereka tidak mendapatkan predator yang seharusnya mengendalikan mereka, yaitu burung, maka mereka berkembang semakin pesat tanpa halangan. Pengendalian serbuan hama ulat bulu lebih baik dengan menggunakan predator alami bagi ulat bulu tersebut, sedangkan penggunaan bahan kimia pestisida dan insektisida adalah opsi terakhir, karena bahan kimia pembasmi hama akan membunuh predator alam tersebut, yang berujung pada gangguan keseimbangan sistem kehidupan.

Tuhan menciptakan segala sesuatu itu pasti ada tujuannya, bukan asal bikin. Tuhan menciptakan hutan tanaman tropis di Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera dan hutan bakau di sepanjang garis pantai untuk dijadikan paru-paru pembersih udara. Semua hutan ini adalah tempat kehidupan yang nyaman bagi predator alam. Ke mana hutan-hutan itu semua? Hutan-hutan itu pada habis sedikit demi sedikit dibabat oleh manusia serakah. Ular predator untuk tikus pada ditangkapi untuk dijadikan berbagai keperluan keserakahan manusia, akibatnya populasi tikus meningkat. Jika predator alam sudah musnah semua karena keserakahan manusia sendiri, manusia akhirnya akan menjadi predator satu sama lain, yang kuat memangsa yang lemah; padahal yang sebenarnya adalah yang kuat menolong yang lemah. SELAMATKAN HUTAN KITA. HBP.

   

Pohon Bakau Penyerap Gas Karbondioksida

Setelah beredar-edar sepanjang hari di permukaan bumi yang panas dengan temperature antara 28 sampai 35 derajat Celcius, maka gas karbondioksida yang lebih berat dari udara turun ke permukaan yang lebih rendah lagi, yaitu sebagian di atas permukaan tanah diserap oleh rimbunan pohon-pohon di hutan atau di perkotaan, dan sebagian besar lainnya terserap oleh air laut, sungai, dan danau. Gas ini dapat berasal dari gas karbonmonoksida hasil pembakaran gasoline di dalam silinder motor atau mobil, teroksidasi oleh oksigen  di udara bebas kemudian menjadi karbondioksida, dari industri, dari power station, dan dari berbagai sumber pembakaran bahan-bahan zat hidrokarbon. Karbondioksida tidak terkonsentrasi di satu tempat di udara bebas, melainkan tersebar perlahan ke seluruh permukaan daratan dan laut. Gas ini di udara sebagian telah bereaksi dengan uap air yang berasal dari penguapan air yang ada di permukaan bumi menjadi senyawaan karbonat kemudian turun kembali ke bumi bersama dengan air hujan.    

Air laut yang telah menyerap gas ini segera diubah menjadi senyawaan karbonat yang akan menyebabkab air laut menjadi lambat melepaskan panas, sebelum alam memulihkan kembali pada keadaan sebelumnya, esok hari air laut menerima radiasi panas matahari dan menyerap karbondioksida kembali, akibatnya air laut semakin naik temperaturnya, sehingga mempercepat penguapan air laut secara global. Keadaan ini berlangsung selama puluhan tahun tanpa kita sadari iklim dunia berangsur-angsur telah bergeser di luar yang seharusnya. Kita baru menyadari setelah keadaan iklim dunia telah merusak lingkungan hidup manusia. Pelajaran ilmu alam sederhana, jika 1 liter air mendidih pada temperatur 100 derajat Celcius, ditambahkan ke dalam 1 liter air ini 1 mililiter asam karbonat, titik didih air ini akan meningkat > 100 derajat Celcius. Makin banyak karbondioksida dilarutkan ke dalam air ini, maka titik didih air ini akan makin meningkat >> 100 derajat Celcius. Larutan air senyawaan karbonat lebih lambat melepaskan panas dibandingkan dengan air biasa. Air laut juga akan menerima akibat yang sama seperti contoh ini, yaitu makin hari makin pekat oleh senyawaan karbonat, dan makin lambat melepaskan panas.  

Untuk memulihkan keadaan lingkungan hidup yang telah rusak ini menurut para ahli membutuhkan waktu tidak cukup satu abad, misalnya di Kutub Selatan pada tahun 2010 telah longsor bongkahan es sebesar 300 km persegi dan di Kutub Utara sebanyak 30 persen es telah mencair. Pencairan es dikutub ini perlahan tapi pasti menaikkan permukaan air laut di seluruh dunia. Banyak tempat yang tidak pernah banjir, kini terancam banjir setiap tahun. Di Eropa mengalami musim dingin maupun musim panas di luar normal, yakni terlampau dingin atau terlampau panas. Di Indonesia pun demikian, pernah mengalami kekeringan yang sangat panjang sehingga banyak tanah pertanian gagal panen, sebaliknya pernah mengalami curah hujan yang luar biasa sehingga di mana-mana banjir. Jika ada banjir di suatu tempat di Indonesia, seorang pejabat dengan mudah mengatakan akibat pemanasan global. Di Indonesia lain, banyak banjir lebih besar kemungkinannya karena banyak penebangan pohon secara liar.

Bukan berita baru untuk mengatasi pemanasan global akibat akumulasi karbonat di dalam air laut dengan tanaman bakau [mangrove], melainkan selama puluhan tahun nasib tanaman ini disia-siakan di negeri ini. Bakau banyak tumbuh subur di sepanjang garis pantai di seluruh dunia. Pohon bakau berguna untuk menahan abrasi pantai oleh air laut, sedangkan akar bakau berdaya guna sangat besar menyerap senyawaan karbonat di laut dan melalui proses foto sintetis pohon bakau akan melepaskan oksigen melalui daun pohon ini. Sayang sekali ribuan hektar pohon ini pernah ditebang untuk kepentingan developer yang mengembangkan perumahan di kawasan pantai, pembangunan perluasan pelabuhan, dan mitos masyarakat, bahwa akar pohon bakau dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit rematik.

Tuhan Mahatahu dari sejak jaman doeloe kala, bahwa pada suatu saat nanti manusia akan semakin pandai, merasa lebih tahu dari Tuhan, dan juga semakin jahat. Tuhan menciptakan ada siang dan ada malam, pasti ada tujuannya. Pada siang hari tumbuhan melakukan proses foto sintesis, sebaliknya pada malam hari proses ini berhenti. Namun, manusia berangan-angan foto sintesis dapat berlangsung sepanjang waktu 24 jam dengan meletakkan sebuah satelit di orbit bumi dan dilengkapi reflector untuk memantulkan cahaya matahari. Tuhan menciptakan hutan bakau di sepanjang garis pantai, pasti juga ada tujuannya, tetapi manusia menyombongkan kecerdasan yang terbatas di hadapan Khalik yang tidak terbatas. Hutan bakau banyak ditebangi oleh manusia dengan berdalih, bahwa semua yang dilakukan ini sudah diselidiki dampak lingkungkannya oleh tenaga asing yang paling ahli. Jika lingkungan hidup sudah terlanjur rusak, yang mereka lakukan hanya menutup mata berpura-pura tidak tahu. Semua perbuatan yang dilakukan oleh manusia dari sejak pertama kehidupan adalah membuat banyak kerusakan di planet bumi ini, tidak ada manusia yang benar kelakuannya di hadapan Tuhan. Ketika kelangkaan bahan bakar minyak, semudah itu manusia menebangi pohon bakau digunakan sebagai kayu bakar, Ya, walaupun sudah telambat untuk memulihkan kembali hutan bakau, lebih baik dilakukan dari pada tidak sama sekali. Sekarang sudah timbul kesadaran kembali dari semua orang di pesisir untuk melakukan penanaman massal pohon bakau. HBP.

Tuesday, April 12, 2011

Green District of Menteng

Dari sejak jaman Belanda, Kecamatan [district] Menteng telah dikenal lama sebagai wilayah hunian prestisius dan eksklusif di Jakarta Pusat. Pada jaman Belanda tempat ini memang dihuni oleh sebagian besar orang Belanda dan keturunan Belanda. Kemudian ketika semua orang Belanda diharuskan meninggalkan Indonesia oleh Presiden Soekarno pada decade 50, maka bekas hunian mereka ini diambil alih oleh siapa saja yang cepat menempati. Bukan saja sebagai wilayah prestisius dan eksklusif, disamping itu juga sebagai kawasan yang paling hijau dan paling bersih di Jakarta sampai sekarang, karena banyak pohon tanjung ditanam di sini selain ada juga pohon-pohon lain seperti tembesu. Kecamatan ini diberi nama Menteng mungkin dulu di sini banyak ditanam pohon menteng, buahnya berwarna kuning, dan rasanya manis agak asam walaupun sudah matang. Di distrik ini Anda menikmati yang tidak ada di tempat lain di Jakarta, yakni udara segar, sejuk, di mana-mana yang terlihat serba hijau, semua jalan bersih, dan saluran air lancar. Anda mau mencari udara segar dan bersih, Menteng belum ada duplikatnya di Jakarta sampai sekarang. Dan, jangan lupa tempat ini juga relative paling aman di Jakarta, maklum saja karena polisi lebih sering patroli di pemukiman ini dibandingkan dengan tempat lain.

Taman Suropati [Maret 2011]
Kecamatan Menteng meliputi wilayah yang luas terdiri dari 4 kelurahan [subdistrict], yaitu : Gondangdia, Cikini, Menteng, dan Pegangsaan. Batas kecamatan dimulai dari jalan : Wahid Hasyim, MH Thamrin, Latuharhari [lewat bawah viaduct Dukuh], lintasan kereta api Manggarai, sepanjang Kali Ciliwung menuju Jalan Prapatan [Tugu Pak Tani], dan kembali ke Wahid Hasyim. Di kecamatan ini terdapat beberapa bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah pusat, antara lain : Gereja Theresia di Jalan Theresia, Gedung Bappenas di Jalan Diponegoro, Gereja Santo Paulus di Jalan Cimahi, dan Masjid Cut Mutia di Jalan Cut Mutia. “Anak Menteng” atau “Orang Menteng” adalah sebutan yang diberikan oleh orang luar kawasan ini kepada mereka dan kebanggaan mereka. Walaupun banyak orang mempunyai rumah hanya di pinggiran Kecamatan Menteng, sudah cukup menambah nilai kebanggaan bagi mereka. Sama saja dengan orang Wonogiri, sampai di Jakarta mereka selalu saja mengatakan, “Orang S.o.l.o”, padahal dari S.o.l.o menuju Wonogiri jarak kedua kota ini sekitar 60 kilometer.

Gereja Santo Paulus [Maret 2011]
Pada decade 60 ada tiga taman yang menghiasi wilayah ini, yaitu Lembang, Sunda Kelapa, dan Suropati. Disebut Taman Suropati karena nama jalan yang melingkari taman ini adalah Suropati, demikian juga dengan kedua taman yang lain. Jalan Teuku Umar terletak antara Jalan Muhamad Yamin dengan Jalan Suropati, sebelum Jalan Muhamad Yamin belok ke kanan adalah Jalan Lembang tempat Taman Lembang. Taman Sunda Kelapa di sebelah selatan Taman Suropati, di belakang Gedung Bappenas. Pada decade ini aku sering mengunjungi rumah pamanku di Jalan Subang yang bersimpangan dengan Jalan Sunda Kelapa. Mungkin sudah berlalu lebih 40 tahun yang lalu, tetapi semua pohon tanjung di sepanjang jalan ini dan juga di jalan-jalan yang lain di Menteng masih sama seperti yang dulu. Pada umumnya di di kiri dan kanan, di sepanjang jalan perumahan di distrik Menteng ditumbuhi oleh kerimbunan pohon tanjung.

Di Taman Suropati [April 2011]
Orang Belanda membangun rumah demikian memperhatikan keselamatan penghuni orang yang menempati rumah. Sebagian besar rumah di sini menggunakan bahan bakar gas untuk keperluan memasak. Gas yang di pakai pada waktu itu masih berasal dari cokas yang dipanaskan, dipampatkan ke dalam tangki, kemudian didistribusikan ke seluruh Jakarta. Aku ingat, setiap dinding dapur bagian bawah selalu diberi lubang berbentuk persegi panjang ukuran 20x5 cm, fungsinya untuk meloloskan gas jika kemungkinan ada kebocoran instalasi gas. Karena itu, aku belum pernah mendengar cerita, di Menteng ada rumah yang kebakaran disebabkan dari gas bocor. Di Menteng terdapat lapangan sepak bola di Jalan HOS Cokroaminoto, tetapi lapangan ini sudah dibongkar pada jaman pemerintahan Gubernur Sutiyoso dan sudah berubah menjadi taman. Perguruan Cikini yang terletak di Jalan Cikini Raya mengelola sekolah dari SD sampai SMA adalah sekolah papan atas pada masanya, yaitu decade 60, demikian juga dengan SMA Kanisius di Jalan Menteng Raya. Banyak pejabat tinggi level menteri dan gubernur dari era Orde Baru Presiden Suharto sampai rezim sekarang, mereka adalah lulusan sekolah-sekolah ini.     

Di bagian utara Taman Sunda Kelapa, atau di belakang Bappenas, dulu ada sekolah TK dan Sekolah Dasar Kepodang. Seingatku dulu ada dua alat bermain di Taman Sunda Kelapa, seperti wiplang dan ayunan untuk anak-anak, di tengah taman terdapat dua jalan taman yang saling melintang dan ada beberapa tempat duduk. Setiap sore dari pukul 17.00 ramai dikunjungi oleh anak-anak penghuni sekitar taman dan jajanan yang disukai oleh anak-anak pada waktu itu adalah kembang gula dan tahu pong. Disebut tahu pong, karena bagian tengah tahu goreng ini benar-benar kopong atau kosong. Taman ini sudah tinggal kenangan saja, karena sudah berubah menjadi rumah ibadat, yaitu Masjid Taman Sunda kelapa.

Ada banyak nama tempat di Jakarta yang diberi nama Menteng, tetapi tidak semua nama tempat ini berada di wilayah Kecamatan Menteng, seperti Menteng Dalam adalah kelurahan yang berada di Kecamatan Tebet. Tempat pemukiman penduduk ini terletak lebih ke sebelah selatan lagi dari Kecamatan Menteng. Pada decade 60, Barack Obama, Presiden Amerika yang sekarang pernah menjadi penduduk Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet selama 4 tahun, tetapi sekolahnya di Sekolah Dasar Santo Franciscus dari Asissi di Jalan HOS Cokroaminoto. Rumah Barack Obama memang bukan di Kecamatan Menteng, tetapi sekolahnya di Kecamatan Menteng … masih pantaslah kalau disebut “Anak Menteng”. Asal jangan saja disebut “Anak Menteng Pulo”, karena nama Menteng yang satu ini adalah kompleks pekuburan di Jakarta. Bapak Barack Obama menyukai makan bakso, sate ayam, dan nasi goreng.

Kewibawaan Menteng sampai sekarang belum tergeserkan oleh pemukiman lain di Jakarta, walaupun banyak pemukiman mewah bermunculan di Jakarta, seperti Pondok Indah, Permata Hijau, Pantai Indah Kapuk, dan seterusnya. Dapat saja Anda mengatakan, banyak orang kaya atau pengusaha papan atas menghuni di ketiga tempat di atas, tetapi siapa yang menghuni distrik Menteng, itulah yang menunjukkan tempat ini tampak berwibawa. Terbukti masih banyak orang penting, pejabat tinggi, expatriate, kedutaan besar negara asing memilih Menteng untuk pemukiman eksklusif mereka, sebut saja Wakil Presiden Republik Indonesia, Budiono, di depan Taman Suropati, bekas Presiden RI ke 2, almarhum Suharto, di Jalan Cendana, bekas Presiden RI ke 5, Ibu Megawati Soekarnoputeri, di Jalan Teuku Umar, rumah dinas Duta Besar Amerika, di Jalan Diponegoro, beberapa Kedutaan Besar negara asing, antara lain : Inggris, di Jalan Tosari, Jerman, di Jalan Pamekasan, Thailand, di Jalan Imam Bonjol, Filippina, di Jalan Imam Bonjol, Mesir, di Jalan Teuku Umar, dan Italia, di Jalan Diponegoro.

Apakah Anda ingin mencari koleksi barang antik atau barang jadoel? Sebaiknya Anda mencoba untuk melangkahkan kaki ke Jalan Surabaya, mungkin yang Anda cari ada di tempat ini. Jalan Sabang, Jalan HOS Cokroaminoto, atau ke Jalan Cikini Raya, dari sejak jaman doeloe ke 3 tempat ini banyak restoran dan kafe, karena itu jangan lewatkan begitu saja, cobalah singgah, walaupun Anda bukan penghuni kawasan ini. Jalan Gereja Theresia yang dulu lengang, sekarang ada banyak kafe di sepanjang jalan ini dan full house pada akhir minggu, setiap Juma’at dan Sabtu malam.

Yang paling penting, kawasan Menteng hijau ini jangan hanya menjadi symbol prestisius tempat pemukiman, sebaliknya pemerintah provinsi harus menjaga kehijauan wilayah ini secara total. Jangan ada stasiun pengisian bahan bakar umum [SPBU] dan jangan ada pedagang kaki lima di seluruh wilayah ini. Negara Indonesia adalah negara berdaulat, jangan ada larangan bagi warga negara Indonesia memotret di semua taman di Menteng, karena taman adalah fasilitas umum yang dibiayai oleh pembayar pajak di Jakarta. Bangsa Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa berdaulat, kalau mau memotret di taman saja harus dibatasi tempatnya oleh bangsa lain. Bangsa Indonesia tidak akan memberi previlage kepada bangsa asing lain, hanya demi sebuah taman fasilitas umum, karena kita bangsa yang mempunyai harga diri. HBP.           

Friday, April 8, 2011

Kebakaran Tanki High Octane Mogas Di Kilang Minyak Cilacap

Tanki bahan bakar minyak di kilang minyak Cilacap terbakar hebat sudah berjalan selama dua minggu. Tank berkapasitas 10 juta liter ini berisi high octane mogas component dalam keadaan penuh. Mogas adalah singkatan dari motor gasoline, yaitu bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor yang mempunyai nilai oktan [octane number] yang tinggi. Jadi, bahan bakar minyak ini dimaksudkan sebagai kompelmen [campuran tambahan] untuk menaikan mogas yang mempunyai nilai oktan rendah sehingga mempunyai nilai oktan yang lebih tinggi. Demikian hebatnya kebakaran ini sampai tanki penampung mogas ini menjadi melengkung. Kebakaran dapat disaksikan sampai radius 20 km dan radiasi panas yang ditimbulkan oleh api kebakaran ini membuat banyak orang yang tinggal di dalam kompleks perumahan Pertamina meninggalkan rumah mereka.

Diperkirakan Pertamina sudah menyumbangkan gas kabondioksida jenuh terhadap atmosfir bumi sebanyak lebih 15000 meter kubik dalam kebakaran ini. Gas ini tidak berwarna tetapi berbau seperti kapur tohor dan menyesakkan nafas. Gas ini lebih berat dari udara sehingga ketika gas ini setelah membumbung beberapa puluh meter ke udara, turun lagi ke bawah setelah temperature gas ini turun. Kebakaran di pabrik penyulingan minyak bumi adalah hal biasa. Kebakaran dapat terjadi karena serangan udara musuh atau bumi hangus seperti yang banyak terjadi ketika Perang Dunia II pecah dari tahun 1939 – 1945, kebakaran juga dapat terjadi karena kebocoran pipa yang sudah tua dan berisi minyak panas, dan dapat juga terjadi kebakaran karena human error. Kebakaran tanki berisi high octane mogas seperti yang terjadi di kilang minyak Cilacap juga pernah terjadi di kilang minyak Plaju. Di Plaju jarak antara tanki mogas yang terbakar dengan rumah karyawan Pertamina sekitar 300 meter saja.

Jika tidak terjadi kebakaran tanki berisi mogas, bahan bakar minyak ini nanti akan dibakar di dalam silinder motor dan melepaskan polutan ke udara juga. Namun, yang terjadi di Cilacap adalah pembakaran mogas secara sia-sia, karena energi terbuang, sementara orang Cilacap dan sekitarnya hanya dapat kebagian polutannya saja. Semoga tidak terjadi lagi.

Kebakaran sebenarnya dapat dicegah sedini mungkin, karena setiap hari pergantian jaga [rolling shift] operator selalu melakukan check-list semua alat di dalam satuan kelompok kerja masing-masing, seperti unit crude distiller, unit gas compressor, unit high vacuum distiller, unit high pressure distiller [yang terdiri dari unit reformer, unit polymerisasi, unit butane-butylene distiller, dan unit alkylasi], unit catalytic cracker, unit redistiller, unit instalasi tanki. Check-list dimaksudkan untuk memeriksa kelayakan semua alat yang ada di setiap unit kerja meliputi, pompa panas [berisi minyak panas], pompa dingin [berisi minyak produksi dingin], di dalam unit crude distiller ada yang mempunyai 40 pompa dari yang kapasitas kecil, 20 kilo liter per jam sampai yang kapasitas besar,  200 kilo liter per jam. Setiap 2 jam sekali semua pompa dan compressor harus diperiksa keadaan level minyak lumas. Namun, pernah juga terjadi kebakaran di unit crude distiller, satu jam setelah dilakukan check-list dan hasilnya okay, kemudian operator mau istirahat makan malam [biasanya makan malam dimulai pukul 17.00], terjadi kebakaran di pompa panas kapasitas medium. Kebakaran terjadi karena pipa penghubung pompa dan pressure indicator [manometer] patah, minyak panas temperature 300 derajat Celcius menyembur deras jatuh di atas pipa panas dan terbakar. Kebakaran dapat di atasi dalam waktu singkat. Peristiwa ini pernah terjadi kira-kira 30 tahun yang lalu di Plaju dan sampai saat ini crude distiller ini masih on operation. HBP.